Santri Mendunia 

Menjadi seorang pendidik tidak hanya menyampaikan materi dalam kelas namun bisa untuk menuliskan dalam sebuah artikel dan disampaikan dalam forum yang lebih luas lagi, Kepesantrenan mulai diperkenalkan ke masyarakat yang lebih luar secara universal dan mengglobal untuk bisa dikenal dan juga menjadi wadah kreatifitas anak bangsa.

Untuk kesekian kalinya guru & pendidik dari pesantren Al- Mansyuriyah kembali menjadi presenter dalam acara konferensi internasional AsiaTEFL yang diadakan di ChiangRai Rajabath University Thailand, setelah tahun kemarin beliau menjadi salah satu presenter di korea selatan dalam kegiatan asiaTEFL yang bertajuk digital literacy di pesantren, Beliau seorang guru, pendidik di pesantren Al- Mansyuriyah, Usth Tatu Zakiyatun Nufus, dan Ust H. Ade Mahmud, sepasang pendidik yang telah membawa warna lain dalam dunia kepesantrenan ke arah  yang lebih baik.

Kolaborasi yang sangat baik dalam penyampaian dan memperkenalkan dunia kepesantrenan ke khalayak masyarakat tidak hanya Indonesia namun mulai merambah ke global dan internasional, Keikutsertaan dalam event ini memberi kontribusi luar biasa untuk memperkenalkan lembaga pesantren ke dunia dan merubah perspective bahwa pesantren tidak hanya milik golongan tertentu saja namun juga bisa untuk menjadi wadah pendidikan yang lebih luas yang diintegrasikan kedalam  kebutuhan religi dan juga universal.

Diawali dengan hobby menulis baik tulisan akademik ataupun non akademik, usth tatu zakiyatun didampingi dengan Ust H. ade Mahmud mampu untuk menuliskan beberapa artikel yang sering kali dipresentasikan dalam beberapa konferensi baik diindonesia maupun diluar negeri, seperti di UPI bandung, Setya Kencana Salatiga, UM Malang, dll. baru baru ini beliau pun kembali mengupas tuntas tentang penggunaan teknologi dalam pengajaran di pesantren.

Kesukaannya dalam menulis dan keaktifan beliau dalam menghasilkan sebuah penelitian dan juga artikel menjadikan beliau sering menjadi  pembicara di konferensi baik nasional maupun internasional dengan membawa nama pesantren al- Mansyuriyah agar supaya dikenal masyarakat lebih luas, dan memberikan kontribusi yang baik dalam menumbuhkan motivasi untuk terus berkarya.

Baginya, memperkenalkan pesantren secara global adalah satu keharusan, kebanggaan terbesar baginya ketika ia mampu untuk mempresentasikan hasil tulisannya depan publik dan memperkenalkan bahwa pesantren adalah lembaga yang sangat komplit yang mampu menciptakan individu yang religius dalam kehidupan, santun dalam pergaulan dan mengglobal dalam pemikiran.

 

Latest News